Wednesday, May 30, 2012

Bung Hatta dan Wanita

Jika menyangkut wanita, Soekarno dan Hatta berbeda 180 derajat. Soekarno seorang Casanova dan memuja wanita cantik, sementara Hatta puritan. Hatta tidak pernah terlihat berjalan bersama wanita cantik. Hura-hura atau berpesta pora. Hidupnya dihabiskan dengan membaca dan menulis untuk bangsa ini.

Soekarno pernah menggambarkan bagaimana hubungan antara Hatta dan wanita. Kurang lebih bunyinya seperti ini. Jika Hatta bersama seorang wanita naik mobil dan mogok di sebuah tempat terpencil, maka kita akan menemukan Hatta akan tertidur pulas di salah satu sudut, sementara gadis itu tertidur di sudut lain yang berjauhan dengan Hatta.

Maksud Soekarno jelas. Hatta tidak akan tergoda oleh wanita.

Konon Hatta juga pernah sengaja memercikkan tinta ke tangannya. Hal ini dilakukan untuk menolak ajakan dansa dari gadis-gadis.

Saat Hatta muda dan kuliah di Belanda, teman-temannya pernah mengolok-olok Hatta. Mereka mengatur makan malam Hatta dengan seorang gadis Polandia yang seksi dan sangat menarik. Mereka ingin melihat apakah Hatta tergoda atau tidak.

Makan malam berlangsung. Usai makan si gadis pulang ke rumahnya. Hatta pun pulang ke rumahnya. Selesai. Tidak ada apa-apa dan tidak ada kelanjutannya.

Teman-teman Hatta yang penasaran bertanya pada gadis itu. Kenapa tidak terjadi apa-apa. Si gadis menjawab. "Dia seperti pendeta."

Hatta hanya mengenal seorang wanita selama hidupnya. Dialah Rachmi Rahim yang biasa dipanggil Yuke. Usia Hatta dan Yuke terpaut 24 tahun. Saat menikah Yuke baru berusia 19 tahun. Maklum, Hatta pernah berjanji tidak akan menikah selama Indonesia belum merdeka.

Di sebuah Vila di Megamendung Bogor tanggal 18 November 1945, keduanya menikah. Yang unik, Hatta memberi Yuke mas kawin berupa buku karangannya yang berjudul 'Alam pikiran Yunani'. Keluarga Hatta sempat protes. Masa iya menikah memberikan mas kawin berupa buku? Bukankah seharusnya emas atau harta yang berharga? Tapi itulah Hatta. Baginya buku dan ilmu pengetahuan adalah hal yang paling berharga.

Bahkan beredar guyonan sebenarnya Yuke adalah istri ketiga Hatta. Istri pertama Hatta adalah buku, istri keduanya buku, baru istri ketiganya Yuke. Hatta memang tidak pernah bisa dipisahkan dari buku.

Tapi rumah tangga keduanya berjalan harmonis puluhan tahun. Yuke mendampingi Hatta sebagai wakil presiden, mendampingi Hatta hijrah dari Jakarta ke Yogya. Yuke juga ikut menjadi tahanan rumah saat Belanda menduduki Yogyakarta 19 Desember 1945. Dia menyaksikan suaminya ditangkap dan dibuang ke Bangka.

Yuke juga mendampingi Hatta saat mundur sebagai wakil Presiden. Hatta kecewa melihat Soekarno yang menjadi diktator. Keluarga Hatta dengan tiga putrinya hidup pas-pasan karena Hatta tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Hingga akhirnya Hatta meninggal 14 Maret 1980. Jika dihitung pernikahan Hatta dan Rachmi Rahim berlangsung 35 tahun. Rachmi membaktikan hidupnya untuk pria luar biasa ini dan Hatta membuktikan, tak ada wanita lain dalam hidupnya.  

TEMUKAN ARTIKEL MENARIK LAINNYA DISINI:

0 comments:

Post a Comment