Wednesday, June 13, 2012

Bocah Enam Tahun Kelola Toko Permen

Sama seperti anak enam tahun pada umumnya, Mollie Price juga menyukai kembang gula. Bedanya bocah Inggris ini dari anak-anak seusianya adalah dia sudah memiliki dan mengelola toko kembang gula sendiri.
Walau jumlah outletnya masih di bawah lima, namun toko kembang gula bernama Mollie's ini termasuk laris. Harian Daily Mail, 12 Juni 2012,  memberitakan, dengan pencapaian usahanya yang menakjubkan, Mollie pun dinobatkan sebagai salah satu pengusaha termuda Inggris Raya.

Dengan bantuan sang ibu, Mollie yang baru membuka cabang ketiga tokonya di Wales ini berniat melebarkan sayapnya. "Kedengarannya memang gila, namun memang putri saya yang ada di balik semua ini. Dia yang punya ide mendirikan toko karena suka pergi ke toko permen dan melihat ada celah dalam pasarnya," kata ibunya, Becky.


Sesuai namanya, Mollie's sangat melambangkan pemiliknya. Di depan tokonya ada dua patung besar prajurit yang dinamai Alfie dan George, seperti nama kakak Mollie. Dia juga yang mencetuskan ide memasang tabel temperatur yang menjadi salah satu keunikan tokonya.
"Jika cuaca sedang dingin, kami bisa menjual produk es krim kami dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan saat cuaca sedang panas," kata Becky.

Toko ini khusus menjual kembang gula khas Inggris serta permen khas AS, supaya pengunjung lebih mudah menentukan pilihan. Namun, itu tidak menghentikan kreasi Mollie. Kecintaannya pada film Charlie and The Chocolate Factory membuatnya menambahkan produk-produk baru yang menyerupai kembang gula kreasi Willy Wonka dalam film.

Tidak tanggung-tanggung, Mollie turun tangan dalam menyeleksi stok kembang gula di cabang-cabang tokonya. Tiap Sabtu dia bekerja di salah satu cabang tokonya. Dia juga selalu bangun pukul 05.00 setiap Minggu untuk menangani penyediaan stok kembang gulanya pada pemasok di Birmingham.
Bicara soal permen biasanya berbicara tentang selera anak-anak. Hal ini disadari betul oleh Becky. Dia melibatkan teman-temannya sebagai tester untuk menentukan produk mana saja yang bisa dijual.
"Jika ada ide yang menurutnya tidak bagus, dia akan langsung mengatakannya. Dengan mendengarkan Mollie, kami mengusahakan supaya toko kami bisa menarik pengunjung tidak hanya dari usia anak-anak saja, namun juga segala usia," kata Becky. (net)

0 comments:

Post a Comment