Friday, October 29, 2010

Kisah Bayi Selamat dari Tsunami Mentawai

 Ada kisah menakjubkan di balik ganasnya gulungan tsunami di Kabupaten Mentawai yang menewaskan ratusan orang. Seorang bayi laki-laki selamat setelah berada di rumpun pepohonan selama tiga hari.

Immanuel Tegar bayi laki-laki berumur 3 minggu yang ditemukan diselokan di kawasan Montei Baru baru kini dirawat di Puskesmas Sikakap Mentawai. Seluruh keluarga Tegar meninggal dalam bencana Tsunami di Mentawai. Ia menjadi yatim piatu dalam sau malam.

 Sang penyelamat bayi itu adalah seorang anak berusia 10 tahun yang awalnya mendengar tangisan bayi di rumpun pepohonan pada pantai Pagai Selatan, Mentawai. Anak itu lantas membawa bayi tersebut ke puskesmas terdekat.

 Petugas kesehatan, Hermansyah, mengatakan bayi itu mengalami luka di kepala. Hermasyah juga memastikan kedua orang tua bayi itu telah meninggal dunia. Kisah ini hanya merupakan satu dari sekian banyak kisah pilu di balik gulungan ombak tsunami yang menyapu beberapa daerah di Kepulauan Mentawai. Korban jiwa dan yang masih belum ditemukan hingga kemarin terus bertambah. Data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), korban tewas mencapai 394 jiwa dan yang hilang 312 orang.

 Gempa 7,2 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, Senin (25/10) kemarin. Tsunami menyapu 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Sikakap, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora Selatan, dilaporkan hilang. Gempa di Mentawai terjadi pukul 21.40 WIB. BMKB mencabut peringatan tsunami sejam kemudian. Esok siangnya baru ketahuan telah terjadi tsunami setinggi 3-7 meter di Kepulauan Mentawai.

0 comments:

Post a Comment